Archive for 01/04/19

Pro Kontra Honda City Type Z


Media awal 2000an adalah era dimana mobil-mobil sedan baru masih melimpah jumlah modelnya dan masih bisa didapatkan dengan harga wajar pula. Salah satu sedan laris pada awal dekade 2000an adalah sedan small size milik Honda, yakni City Type Z dimana seluk beluknya akan kita ulas di artikel ini.

Sekilas Mengenai City Type Z


Bicara soal Honda, mungkin yang terlintas pada benakmu adalah mobil-mobil yang digandrungi kawula muda. Memang anggapan itu masih benar, terbukti dengan produk-produknya semisal Jazz, Brio, atau Mobilio yang ditargetkan penjualannya untuk generasi muda. Namun jauh sebelum kesuksesan ketiga model diatas tadi, salah satu mobil Honda favorit generasi muda adalah City Type Z.

Honda City Type Z pada dasarnya adalah versi facelift Honda City generasi ke-3 dan dipasarkan oleh Honda untuk wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan mulai dari tahun 2000 hingga tahun 2003. Perbedaan utama antara City Type Z serta pendahulunya terletak di desain front grille baru serta desain lampu rem yang benar-benar baru. Lampu rem City Type Z memiliki bentuk trapezoid utuh yang membuatnya lebih besar dari pendahulunya dan terbuat dari mika merah bening yang membuat tampilannya semakin segar.

Kelebihan

Kelebihan utama dari sedan ini sebagian besar terdapat pada spesifikasi mesin serta performanya yang tergolong unggul untuk mobil seukurannya. Mobil bermesin 1500cc VTEC ini mampu menyalurkan tenaga 115HP pada putaran 6800RPM, serta torsi 139Nm pada 4600RPM. Cukup buas bukan? Performa ini membuat pesaing-pesaingnya seperti Suzuki New Baleno dan Toyota Soluna terkesan cemen dan inferior, dan tak heran mobil ini sering dijadikan eksperimen untuk tuning atau mobil balap touring car.

Hebatnya dengan performa sebesar itu, konsumsi BBM City Type Z masih terjaga keiritannya. Bayangkan saja, 1 liter BBM dapat dilahapnya dalam perjalanan 10-13km di dalam kota atau 15-18km diluar kota. Percayalah, hari begini jarang sekali ada sedan yang mampu menyamai tingkat efisiensi bahan bakar sehebat City Type Z.

Poin kelebihan kedua yang dimiliki oleh Honda City Type Z terletak pada layout dashboardnya. Dashboardnya terlihat simpel dengan penempatan tombol-tombol inti pada posisi strategis. Speedometernya pun juga dilengkapi indikator-indikator dasar lainnya seperti putaran mesin, suhu mesin serta persediaan bahan bakar.

Poin positif ketiga yang dimiliki sedan ini adalah harga banderolnya dan harga perawatannya yang sangat terjangkau. Kini City Type Z dapat ditebus hanya dengan modal kurang dari Rp 80 juta.

Kekurangan

Kemudian beralih ke kekurangan, salah satu kekurangan dari mobil ini adalah desain dan fitur interiornya yang masih sangat 90an, namun sebetulnya hal itu tak menjadi masalah besar mengingat usia serta tahun rilis mobil ini.

Kekurangan kedua yang masih di seputar interior yang memiliki materi jok yang sebetulnya masih bisa ditingkatkan lagi. Kemudian dashboardnya meski posisinya sudah pas namun penempatan kontroler AC diatas dan head unit dibawah terasa canggung, apalagi seorang pengemudi bakal lebih sering mengutak atik head unitnya dibanding AC selama berkendara.

Kekurangan ketiga yang dimiliki mobil ini adalah suspensinya yang keras, tipikal mobil Honda. Buat sebagian jelas ini adalah sebuah masalah, apalagi sedan yang notabene menuntut kenyamanan berkendara, salah satunya adalah melalui tingkat kelembutan suspensi. Namun buat para tuners yang menjadikan City Type Z sebagai mobil balap, hal itu termasuk menguntungkan karena dengan begitu handlingnya meningkat serta stabilitas mobil ini terjaga ketika dipacu di lintasan.



ARTIKEL TERBARU:

ARTIKEL LAINYA:

    Direkomendasikan